Berkompetisi dengan Bidadari
“Di
sisi mereka ada bidadari-bidadari yang tidak liar pandangannya dan jelita
matanya,” (QS As Shaffat: 48)
“Di
dalam surga itu ada bidadari-bidadari yang sopan menundukkan pandangannya,
tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni-penghuni surga yang
menjadi suami mereka) dan tidak pula oleh jin.” (QS Ar Rahmaan: 56)
Jika kita telusuri lagi sifat-sifat
bidadari surga yang ada di dalam al Qur’an, maka wanita dunia mana yang lebih tidak
mencemburuinya? Namun, tenang saja. Ada sifat-sifat wanita dunia yang bisa kita
contoh agar para bidadari surga cemburu pada kita.
Al Imam Ath Thabrani meriwayatkan
sebuah hadist dari Ummu Salamah, bahwa ia Radhiyallahu
‘Anha berkata “Ya Rasulullah, jelaskanlah padaku tentang firman Allah
tentang bidadari-bidadari yang bermata jeli...”
Beliau menjawab, “Bidadari yang
kulitnya bersih, matanya jeli dan lebar, rambutnya berkilau bak sayap burung
Nasar.”
Aku (Ummu Salamah) berkata lagi,
“Jelaskanlah padaku Ya Rasulullah tentang firmanNya: Laksana mutiara yang tersimpan baik (QS Al Waqi’ah: 23)
Beliau menjawab, “Kebeningannya
seperti kebeningan mutiara di kedalaman lautan, tak pernah tersentuh tangan
manusia...”
Aku bertanya, “Ya Rasulullah,
jelaskan padaku tentang firman Allah: Di
dalam surga itu ada bidadari yang baik-baik lagi cantik-cantik (QS Ar
Rahmaan: 70)
Beliau menjawab, “Akhlaqnya baik dan
wajahnya cantik jelita.”
Aku bertanya lagi, “Jelaskanlah
padaku firman Allah: seakan-akan mereka
adalah telur (burung unta) yang tersimpan baik.” (QS Ash Shaffat: 49)
Beliau menjawab, “Kelembutannya
seperti kelembutan kulit yang ada bagian dalam telur dan terlindung dari kulit
bagian luarnya, atau yang biasa disebut putih telur.”
Aku bertanya lagi, “Ya Rasulullah
jelaskan padaku firman Allah: penuh cinta
lagi sebaya umurnya.” (QS Al Waqi’ah: 37)
Beliau menjawab, “Mereka adalah
wanita-wanita yang meninggal di dunia dalam usia lanjut, dalam keadaan rabun
dan beruban. Itulah yang dijadikan Allah tatkala mereka sudah tahu, lalu Allah
menjadikan mereka sebagai wanita-wanita gadis, penuh cinta, bergairah,
mengasihi, dan umurnya sebaya.”
Aku bertanya, “Ya Rasulullah,
manakah yang lebih utama wanita dunia atau bidadari yang bermata jeli?”
Beliau menjawab, “Wanita-wanita
dunia lebih utama daripada bidadari-bidadari seperti kelebihan apa yang nampak
dari apa yang tidak terlihat.”
Aku bertanya, “Mengapa wanita-wanita
dunia lebih utama daripada bidadari?”
Beliau menjawab, “Karena shalat
mereka, puasa dan ibadah mereka kepada Allah. Allah meletakkan cahaya di wajah
mereka, tubuh mereka adalah kain sutera, kulitnya putih bersih, pakaiannya
berwarna hijau, perhiasannya kekuningan, sanggulnya mutiara, dan sisirnya
terbuat dari emas. Mereka berkata, “Kami hidup abadi dan tidak mati. Kami lemah
lembut dan tidak jahat sama sekali. Kami selalu emndampingi dan tidak beranjak
sama sekali. Kami ridha dan tidak pernah bersungut-sungut sama sekali.
Berbahagialah orang yang memiliki kami dan kami memilikinya.”
Aku berkata, “Ya Rasulullah, salah
seorang wanita di antara kami pernah menikah dengan dua, tiga atau empat
alki-laki lalu meninggal dunia. Dia masuk surga dan merekapun masuk surga.
Siapakah diantara laki-laki itu yang akan menjadi suaminya di surga?”
Beliau menjawab, “Wahai Ummu
Salamah, wanita itu disuruh memilih, lalu diapun memilih siapa diantara mereka
yang paling baik akhlaqnya. Lalu dia berkata, “Rabbi, sesungguhnya lelaki
inilah yang paling baik tatkala hidup bersamaku di dunia. Maka nikahkanlah aku
dengannya...”
...Wahai
Ummu Salamah, akhlaq yang baik itu akan perg membawa dua kebaikan, dunia dan
akhirat.” (HR Ath Thabrani)
Sudah kita dapati jawabannya bukan?
Kita punya potensi dan keunggulan yang mampu berkompetisi dengan bidadari. Yups. Bidadari cantik karena memang
mereka diciptakan cantik. Namun wanita dunia lebih utama dari bidadari karena
shalat mereka, puasa mereka, ibadah mereka kepada Allah, dan akhlaq mereka yang
patut untuk kita teladani. Sungguh. Itulah yang membuat bidadari surga cemburu
pada wanita dunia.