INGIN MENIKAH KARENA
PACARAN ITU KUNO... ^_^
Bismillahirrahmanirrahiim...
Mengapa orang menikah?
Karena mereka jatuh cinta.
Mengapa rumah tangganya
kemudian bahagia? Apakah karena jatuh cinta? Bukan. Tapi karena mereka terus
bangun cinta.
Jatuh cinta itu gampang,
10 menit saja bisa. Tapi bangun cinta itu sulit sekali, perlu waktu seumur
hidup. Mengapa jatuh cinta gampang? Karena saat itu kita buta, bisu dan tuli
terhadap keburukan pasangan kita. Tapi saat memasuki pernikahan, tak ada yang
bisa ditutupi lagi. Dengan interaksi selama 24 jam per hari, 7 hari dalam
seminggu, semua belang tersingkap. Disinilah letak perbedaan jatuh cinta dan
bangun cinta. Jatuh cinta dalam keadaan menyukai. Namun bangun cinta diperlukan
dalam keadaan jengkel. Dalam keadaan jengkel cinta bukan lagi dalam wujud
pelukan, melainkan berbentuk itikad baik memahami konflik dan besama-sama
mencari solusi yang dapat diterima semua pihak. Cinta yang dewasa tak menyimpan
uneg-uneg, walau ada beberapa hal peka untuk bisa diungkapkan seperti masalah
keuangan, orang tua, keluarga dan lain sebagainya. Namun sepeka apapun masalah
itu perlu dibicarakan agar kejengkelan tidak berlarut. Syarat untuk
keberhasilan pembicaraan adalah kita bisa saling memperhitungkan perasaan. Jika
suami istri saling memperhatikan perasaan sendiri, mereka akan saling melukai.
Jika dibiarkan berlarut mereka bisa saling memusuhi dan rumah tangga bisa
berubah bukan surga tapi neraka. Apakah kondisi ini bisa diperbaiki? Tentu saja
bisa. Saat masing-masing mengingat komitmen awal dulu apakah dulu ingin mencari
teman hidup atau musuh hidup. Kalau memang mencari teman hidup kenapa sekarang
bermusuhan?? Mencari teman hidup memang dimulai dengan jatuh cinta. Tetapi
sesudahnya porsi terbesar adalah membangun cinta. Berarti mendewasakan cinta
sehingga kedua pihak bisa saling mengoreksi, berunding, menghargai, tenggang
rasa, menopang, setia, mendengarkan, memahami, mengalah dan bertanggung jawab.
Mau punya teman hidup? Jatuh cintalah. Tetapi sesudah itu bangunlah cinta.
Jatuh cinta memang
indah, jika pada saat dan tempat yang tepat dan bahkan akan tersa lebih nikmat
jika sudah saatnya. Namun ingatlah yang namanya ‘jatuh’ tetaplah akan terasa
sakit. Oleh sebab itu agar cintamu tak jatuh terlalu dalam jagalah cintamu
hingga akan benar-benar jatuh pada posisi yang tepat. Pesiapkanlah bekal jatuh
cinta untuk membangun cinta di atas cinta-Nya yang agung agar bangunan itu
tetap kokoh walau diterjang badai kehidupan. Ingat prioritas utama setelah
jatuh cinta adalah bangun cinta. Jangan biarkan dirimu terlalu lama dalam jatuh
cinta, jika semua telah siap maka ajaklah ‘si dia’ untuk bangun cinta
bersamamu. Keep hamasah...!!! “Jatuh
cintalah! Tetapi sesudah itu bangunlah cinta.”
Salam ukhuwah dariku..
^_^
Tidak ada komentar:
Posting Komentar